"Sesungguhnya yang
petama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah
perkara shalat. Jika Shalatnya baik, maka baikpula seluruh amalan ibadah
lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu."(HR. An Nasa'I : 463)
Banyak
orang yang lalai dalam shalat, tanpa sengaja melakukan
kesalahan-kesalahan yang tidak diketahuinya, yang mungkin bisa memubat
amalan shalatnya tidak sempurna.
kami akan paparkan kesalahan yang sering terjadi dalam shalat.
1. Menunda–nunda Shalat dari waktu yang telah ditetapkan
Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah عزوجل ,
, "Sesungguhnya shalat suatu kewajiban yang telah ditetepkan waktunya bagi orang-orang beriman". (QS. An-Nisa : 103)
2. Tidak shalat berjamah di masjid bagi laki-laki
Rasullah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Barang
siapa yang mendengar panggilan (azan) kemudina tidak menjawabnya
(dengan mendatangi shalat berjamaah), kecuali uzur yang dibenarkan".
(HR. Ibnu Majah Shahih) Dalam hadits bukhari dan Muslim disebutkan.
"Lalu aku bangkit (setelah shalat dimulai) dan pergi menuju orang-orang
yang tidak menghadiri shalat berjamaah, kemudian aku akan membakar
rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah."
3. Tidak tuma'minah dalam shalat
Makna
tuma'minah adalah, seseorang yang melakukan shalat, diam (tenang) dalam
ruku'.i'tidal,sujud dan duduk diantara dua sujud. Dia harus ada pada
posisitersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan pada
tempatnya yang sesuai. Tiak boleh terburu-buru di antara dua gerakan
dalam shalat, sampai dia seleasi tuma'ninah dalam posisi tertentu
sesuai waktunya. Nabi صلى الله عليه وسلمbersabda kepada seseorang
yang tergegesa dalam shalatnya tanpa memperlihatkan tuma;minah dengan
benar, "Ulangi shalatmu, sebab kamu belum melakukan shalat."
4. Tidak khusu' dalam shalat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya,
seseorang beranjak setelah megnerjakan shalatnya dan tidak ditetapkan
pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk shalatnya,
sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga
atau setangah darinya. " (HR. Abu Dawud, Shahih) mereka tidak
mendapat pahala shlatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya
kekhusyu'an dalam hati atau melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan
dalam shalat.
5. Sengaja mendahului gerakan iman atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya.
Perbuatan
ini dapat membatalkan shalat atau rakaat-rakaat. Merupakan suatu
kewajiban bagi mukmin untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa
mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rakaat
shalat. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Sesungguhnya
dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika ia bertakbir maka
bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia
ruku' maka ruku'lah dan jangan ruku' sampai imam ruku' ". (HR. Bukhari)
6.
Berdiri untuk melngkapi rakaat yang tertinggal sebelum imam
menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan kekanan
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jangan mendahuluiku dalam ruku', sujud dan jangan pergi dari shalat (Al-Insiraf)". Para ulama berpedapat bahwa Al-Insiraf,
ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap
pada tempatnya sampai imam menyelesaikan shalatnya (sempurna salamnya).
Baru setalah itu dia berdiri dan melengkapi rakaat yang tertinggal.
7. Melafadzkan niat.
Tidak
ada keterangan dari nabi صلى الله عليه وسلم maupun dari para sahabat
bahwa meraka pernah melafadzkan niat shalat. Ibnul Qayyim rmh menyatakan
dalam Zadul-Ma'ad "Ketika Nabi صلى الله عليه وسلم berdiri untuk shalat beliau mengucapkan "Allahu Akbar", dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau صلى الله عليه وسلم juga tidak melafalkan niatnya dengan keras.
8. Membaca Al-Qur'an dalam ruku' atau selama sujud.
Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur'an selama ruku' atau dalam sujud." (HR. Muslim)
9. Memandang keatas selama shalat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Cegalah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan keatas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi". (HR. Muslim)
10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan apapun.
Diriwayatkan
dari Aisyah رضي الله عنها, bahwa ia berkata, "Aku berkata kepada
Rasulallah صلى الله عليه وسلم tentang melihat ke sekeliling dalam shalat
Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, "Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam shalatnya". (HR. Bukhari)
11. Seorang wanita yang tidak menutupi kepala dan kakinya dalam shalat.
Sabda Rasulallah صلى الله عليه وسلم, "Allah tidak menerima shalat wania yang sudah mencapai usia-haid, kecuali jiak dia memakai jilbab (khimar)". (HR. Ahmad)
12.
Berjalan di depan orang yang shalat baik orang yang dilewati di
hadapanya itu sebagai imam, maupun sedang shalat sendirian dan melangka
(melewati) di antara orang selama khutbah shalat Jum'at.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika
orang yang melintas didepan orang yang sedang shalat mengetahui betapa
beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya
untuk menunggu dalam hitungan 40 tahun dari pada berjalan didepan orang
shalat itu". (HR. Bukhari dan Muslim). Adapun lewat diantara shaf
orang yang sedang shalat berjamaah, maka hal itu diperbolehkan menurut
jumhur bedasarkan hadits Ibnu Abbas رضي الله عنه : "Saya
datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati
baligh. Rasulallah صلى الله عليه وسلم sedang shalat bersama orang –orang
Mina menghadap kedinding. Maka saya lewat didepan sebagian shaf, lalu
turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk kedalam shaf dan
tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya". (HR. Al-Jamaah). Ibnu Abdil Barr berkata, "Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa'id yang berbunyi "Jika salah seorang dari kalian shalat, jangan biarkan seseorangpun lewat didepannya". (Fathul Bari: 1/572)
13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat baik ketika imam sedang duduk atau sujud.
Sikap
yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera
mengikuti imam pada posisi bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang
lainnya.
14. Seseorang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya.
Hal
ini mengurangi kekhusyu'an. Rasulallah صلى الله عليه وسلم melarang
mengusap krikil selama shalat, karna dapat merusak kekhusyu'an, Beliau
صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, cegahlah ia untuk tidak menghapus krikil sehingga ampunan datang padanya". (Hadits Shahih Riwayat Ahmad)
15. Menutup mata tanpa alasan
Hal
ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-Jauziyah,
"Menutup mata buka dari sunnah rasul صلى الله عليه وسلم". Yang terbaik
adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu'an shalat, maka lebih
baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornament dsn sebagainya disekitar
orang yang shalat atau antara dirinya dengan kiblat mengganggu
konsentrasinya, maka dipoerbolehkan menutup mata. Namun demikian
pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini. Wallahu A'lam.
16. Makan atau minum atau tertawa.
"Para
ulama berkesimpulan oragn yang shalat dilarang makan dan minum. Juga
ada kesepakatan diantara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan
sengaja maka ia harus mengulang shalatnya.
17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya.
Ibnu
Taimuiyah menyatakan, "Siapapun yang membaca Al-Qur'an dan orang lain
sedang shlat sunnah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya
dengan suara keras karean akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi صلى الله
عليه وسلم pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika merika shalat
ashar dan Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda, "Hai
manusia setip kalian mencari pertolongan dari Robb kalian. Namun
demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian".
18. Menyela di antara orang yang sedang shalat.
Perbuatan
ini teralarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan
shalat hendaknya shalat pada tempat yang ada. Namun jika ia melihat
celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu,
maka hal ini di perbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama'ah
shalat Jum'at, hal ini betul-betul dilarang. Nabi صلى الله عليه وسلم
bersabda tentang merka yang melintasi batas shalat, "Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang".
19. Tidak meluruskan shaf.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan shalat yang benar" (HR. Bukhari dan Muslim).
20. Mengangkat kaki dalam sujud.
Hal
ini bertentangan dengan ynag diperintahkan sebagaimana diriwayatkan
dalam dua hadits shahih dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, "Nabi صلى الله
عليه وسلم telah memerintah bersujud
dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambur atau dahi
(termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki."
Jadi seseorang yang shalat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki
menyentuk lantai dan menggerakan jari-jari kaki menghadao kiblat. Tiap
bagian kaki haris menyentuk lantai. Jika diangkat salah satu dari
kakinya, sujudnya tidak benar. Sepanjang dia lakukanutu dalam sujud.
21. Melatakkan tangan kiri dia atas tangan kanan dan memposisikannya di leher.
Hal
ini berlawanan dengan sunnah karena Nabi صلى الله عليه وسلم meletakkan
tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduanya di dada beliau.
Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamya. Tapi dalam
hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan lainnya.
22.
Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan tujuh angota
tubuh(seperti dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutuk dan
jari-jari kedua telapak kaki).
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jika
seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud
bersamanya: wajah, kedu telapak tangan kedua lutut dan kedua kaki". (HR. Muslim)
23. Menyembunyikan persendian tulang dalam shalat.
Ini
adala perbuatan yang tidak dibenarkan dalam shalat. Hal ini didasarkan
pad sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu'bah budak Ibnu Abbas
yang berkata, "Aku shalat di samping
Ibnu Abbas dan aku menyembunyikan persedianku." Selesai shalat di
berkata, "Sesungguhnya kamu kehilangan ibumu!, karena menyembunyikan
persendian ketika kamu shalat!".
24. Membunyikan dan mepermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum shalat.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم , "Jika
salah seorang dari kalian wudhu dan pergi kemasjid untuk shalat,
cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk
waktu shalat." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi)
25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak.
Merupakan
hal yang penting, bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang
agama dan mampu membaca Al-Qur'an dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi
صلى الله عليه وسلم "Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Qur'an" (HR. Muslim)
26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau memakai harum-haruman.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, "Jangan biarkan perrempuan yang berbau harum menghadiri shalat isya bersama kita." (HR. Muslim)
27. Shalat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa.
Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang shalat di belakangnya.
28. Shalat dengan sarung, gamis dan celana musbil melebihi mata kaki).
Banyak hadits rasulallah صلى الله عليه وسلم yang meyebutkan larangan berbuat isbal diantaranya :
A. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : sesungguhnya allah tidak menerima shalat seseorang lelaki yang memakain sarung dengan cara musbil." (HR. Abu Dawud (1/172 no. 638)
B.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : Allah عزوجل tidak (akan)
melihat shalat seseorang yang mengeluarkan sarungnya sampai kebawah
(musbil) dengan perasaan sombong." (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)
C. Rasulallah صلى الله عليه وسلم bersabda : "Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka." (HR.Bukhari : 5887)
29. Shalat di atas pemakaman atau menghadapnya.
Rasulallah صلى الله عليه وسلم berabda, "Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian melakukan hal itu." (HR. Muslim : 532)
30. Shalat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas).
Nabi صلى الله عليه وسلم melarang perbuatan tersebut seraya bersabda :
"Apabila salah seorang diantara kalian shalat menghadap sutrah,
hendaklah ia mendekati sutahnya sehingga setan tidak dapat memutus
shalatnya. (Shahih Al-Jami' : 650)
Inilah contoh perbuatan
beliau صلى الله عليه وسلم "Apabila beliau صلى الله عليه وسلم shalat di
temapt terbuka yang tidak ada seorangpun yang menutupinya, maka beliau
menamcapkan tombak di depannya, lalu shalat menghadap tombak tersebut,
sedang para sahabat bermakmum di belakangnya. Beliau صلى الله عليه وسلم
tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinya dan sutrah
tresebut." Shifat Shalat Nabi صلى الله عليه وسلم, karya Al-Albani (hal :
55)
Dirangkum dari
"40 Kesalahan Shalat oleh Syaikh Muhammad Jibrin & Al Qaulu Mubin fi Akhthail Mushallin, Syaikh Mansyhur Hasan Salman.
Dan Diterbikan Oleh Al-Amin Publising
Selasa, 03 Februari 2015
HUKUM MENDENGARKAN MUSIK DAN LAGU
OlehSyaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ?
Jawaban
Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman.
"Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan".[Luqman : 6]
Ibnu Mas'ud dalam menafsirkan ayat ini berkata : "Demi Allah yang tiada tuhan selainNya, yang dimaksudkan adalah lagu".
Penafsiran seorang sahabat merupakan hujjah dan penafsirannya berada di tingkat tiga dalam tafsir, karena pada dasarnya tafsir itu ada tiga. Penafsiran Al-Qur'an dengan ayat Al-Qur'an, Penafsiran Al-Qur'an dengan hadits dan ketiga Penafsiran Al-Qur'an dengan penjelasan sahabat. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa penafsiran sahabat mempunyai hukum rafa' (dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam). Namun yang benar adalah bahwa penafsiran sahabat tidak mempunyai hukum rafa', tetapi memang merupakan pendapat yang paling dekat dengan kebenaran.
Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam haditsnya.
"Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik".
Maksudnya, menghalalkan zina, khamr, sutera padahal ia adalah lelaki yang tidak boleh menggunakan sutera, dan menghalalkan alat-alat musik. [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy'ari atau Abu Amir Al-Asy'ari]
Berdasarkan hal ini saya menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yang menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti. Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena bisa menyebabkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata setiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi prilakunya dan akhlaknya.
Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar menjaga kaum muslimin dari keburukannya dan agar memperbaiki pemerintah kaum muslimin, karena kebaikan mereka akan memperbaiki kaum muslimin. Wallahu a'lam.
[Fatawal Mar'ah 1/106]
[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan Penerbitan Darul Haq. Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]
Sabtu, 31 Januari 2015
Tips membuat anak rajin sholat
Assalamu’alaikum, Ayah Bunda yang selalu
disayang Alloh? Bagaimana kabar? Semoga kita dan keluarga selalu sehat
dan dihimpun dalam kebaikan hingga JannahNya ya…. Aamiin. Alhamdulillah
kita bisa bersilaturrahim kembali setelah kemarin kita membahas bersama
tentang anak manja dan Tips Jitu agar anak rajin belajar, sekarang kita
akan bersama-sama membahas bagaimana cara agar anak kita rajin sholat.
Sholat adalah ibadah yang harus kita
kerjakan dalam kondisi apapun, kecuali karena ada alasan yang syar’I,
jadi walaupun sakit, dalam perjalanan bahkan dalam kondisi perangpun
harus kita laksanakan. Kenapa begitu? Karena ada beberapa alasan kuat
yaitu : sholat adalah tiang agama, sholat adalah pembeda antara orang
muslim dan kafir, sholat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di
akherat kelak, sholat dapat mencegah sesorang dari perbuatan keji dan
munkar..
Ayah Bunda yang dirahmati Alloh, betapa
rindu dan bahagianya ya jika kita memiliki anak-anak yang rajin sholat,
sholatnya selalu tepat waktu, khusyu, sholatnya selalu berjama’ah dan
anak-anak laki-laki kita bersama suami kita selalu sholat berjama’ah di
masjid. Subhanalloh, anugrah yang luar biasa….
Masalahnya bagaimana agar angan-angan kita
di atas itu tidak seperti mimpi disiang bolong, tapi bisa terwujud
menjadi kenyataan? Pada kesempatan ini kita akan membahas bersama 5 Tips
agar anak kita rajin sholat. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi
referensi kita bersama. 5 Tips tersebut adalah sbb:
Contoh atau keteladanan. (Al-Qudwah)
Ayah Bunda, contoh atau keteladanan dari kita sebagai orang tua dan Guru sangatlah penting. Karena kita adalah cermin hidup bagi anak-anak kita. Oleh sebab itu jangan sampai kita menyuruh anak kita sholat tapi kita masih asyik di depan TV, atau menyuruh anak kita sholat ke masjid tetapi kita masih sibuk dengan HP atau BB kita atau tugas-tugas lain yang menjadi rutinitas kita. Ingat, apa yang kita lakukan dilihat dan direkam oleh anak-anak kita lho….
Nasehat penuh Cinta (Al-Mau’idzah)
Ayah Bunda yang baik, ketika kita sudah
memberi contoh dan keteladanan untuk anak-anak kita, jangan lupa iringi
dengan nasehat dan arahan yang Islami ketika anak kita lupa sholat, atau
menunda, atau sholatnya terburu-buru, habis sholat lantas jalan tanpa
diikuti dzikir dan doa terlebih dahulu. Dan ingat! Nasehat jangan di
tunda menunggu nanti pas makan malam bersama, atau pas menjelang tidur,
khawatir anak kita keburu lupa. Nasehat sebaiknya disampaikan saat itu
juga ketika kita melihat anak melakukan kesalahan. Karena
kesalahan-kesalahan yang didiamkan bisa menjadi kebiasaan karena anak
merasa itu bukan sebuah kesalahan, dan yang lebih parah lagi apabila
kesalahan-kesalahan itu akhirnya menjadi penyakit hati.
Na’udzubillahimindzalik.
Pembiasaan / pengkondisian (Al-‘Aadah)
Ada pepatah mengatakan ala bisa karena biasa.
Ayah Bunda yang Sholih dan sholihah, Insya Alloh ketika keteladanan dan
nasehat sudah kita lakukan jangan lupa pembiasaan agar semua kebaikan
dan sifat-sifat terpuji yang sudah kita tanamkan, khususnya sholat ini
menjadi kewajiban rutin bahkan kebutuhan yang harus dipenuhi. Caranya
bisa dengan bersegera mengambil air wudhu ketika adzan terdengar,
hentikan semua aktivitas dan kerjaan, matikan televisi, terus sholatnya
selalu berjama’ah, yang laki-laki sholat berjama’ah di masjid. Yang
wanita sholat berjama’ah bersama kita para Bunda di rumah. Dan jika
semua hal baik yang sudah kita tanamkan lalu kita laksanakan secara
kontinyu maka lama-lama akan menjadi suatu pembiasaan / pengkondisian
yang baik yang islami sesuai syariat.
Kontrol yang terus menerus ( Al-Mulahadzah))
Ayah Bunda yang rindu memiliki anak yang
sholih dan sholihah, Kontrol dan pengawasan yang cermat perlu kita
lakukan agar keteladanan yang kita tunjukkan , nasehat yang rutin kita
sampaikan serta pembiasaan yang sudah kita tanamkan efektif maka kita
perlu mengontrol secara terus menerus tanpa henti, sehingga ketika anak
mulai mengendur kita bisa sharring atau discuss dengan
buah hati kita, kenapa kok kurang semangat sedangkan biasanya rajin,
ada masalah atau kendala apa, apa ada yang bisa Bunda bantu, dll agar kita bisa evaluasi dan memotivasi serta memberi penguatan kembali.
Hukuman yang mendidik ( Al-‘Uqubah)
Dan jika keempat langkah di atas sudah kita
lakukan Ayah dan Bunda….., ternyata anak masih melakukan pelanggaran
diantaranya sholat sambil bercanda, tidak khusyu dan tidak mau berjam’ah
dengan alasan lelah dan capek maka barulah langkah terakhir kita
antisipasi yaitu dengan memberikan hukuman yang berdampak menimbulkan
efek jera dan bertujuan mendidik atau bersifat konstruktif. Miisalnya :
jika sholat Subuh kesiangan tidak mendapat uang jajan, ketika sholat
bercanda harus di ulang lagi sholatnya, sholat terburu-buru apalagi
mendahului imam berarti baca istighfar 50 x sesudah sholat, lupa sholat
atau meninggalkan sholat karena asyik bermain maka selama satu pekan
atau Sabtu & Minggu tidak boleh main games lagi.
inilah beberapa cara dalam mendidik anak agar mau menjadi anak yang rajin sholat :)
Cara Ampuh Agar Anak Mencintai Al Qur'an
Sebelum kita memberi tugas kepada anak-anak kita untuk belajar
al-Quran, maka terlebih dahulu membuat bagaiman agar anak mencintai
al-Quran. Sebab, belajar al-Quran tanpa disertai rasa cinta tidak akan
memberi faedah dan manfaat. Bahkan, mungkin jika kita memaksa anak untuk
itu tanpa menanamkan rasa cinta terlebih dahulu, justru akan memberi
dampak negatif bagi anak.
Mengajarkan al-Quran kepada anak jauh lebih mudah dibanding membuat anak mencintai al-Quran. Padahal dengan mencintai al-Quran, seorang anak pastinya akan udah mempelajari al-Quran karena motivasi melakukan jauh lebih besar.
Berkaca dari cara Nabi saw mengajarkan al-Quran kepada sahabatnya,
itu dimulai dengan bagaimana sahabat mencintai al-Quran. Ketika, para
sahabat benar-benar mengetahui pentingnya al-Quran dan pengaruhnya yang
nyata dalam diri anak. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk
mengajarkan al-Quran kepada anak-anaknya sebagai pelaksanaan atas saran
yang diberikan Rosul saw.
tanamkan rasa cinta al-Quran terhadap anak dengan metode keteladanan. Menjadilah seorang yang bisa diteladani, misalnya memilih tempat paling mulia dan paling tinggi untuk meletakkan mushaf al-Quran, tidak menaruh barang apapun di atasnya dan tidak meletakkannya di tempat yang tidak layak, bahkan membawanya dengan penuh kehormatan dan rasa cinta, sehingga hal tersebut akan merasuk ke dalam alam bawah sadar anak bahwa mushaf al-Quran adalah sesuatu yang agung, suci, mulia, dan harus dihormati, dicintai, dan disucikan.
Kedua
sering memperdengarkan al-Quran di rumah dengan suara merdu dan syahdu, tidak memperdengarkan dengan suara keras agar tidak mengganggu pendengarannya. Memperlihatkan pada anak kecintaan kita pada al-Quran, misalnya dengan cara rutin membacanya.
Ketiga
bercerita kepada anak dengan kisah-kisah yang diambil dari al-Quran. Kisah itu diambil dari al-Quran secara langsung, seperti kisah tentang tentara gajah yang menghancurkan Ka’bah, kisah perjalanan nabi Musa dan nabi Khidir, kisah Qarun, kisah nabi Sulaiman bersama ratu Bilqis dan burung Hud-hud, kisah tentang Ashabul Kahfi, dan lain-lain.
Keempat
atau yang terakhir yang tidak kalah penting agar anak mencintai al-Quran adalah dengan membuat anak-anak kita mencintai kita, karena ketika kita mencintai al-Quran, maka anak-anak pun akan mencintai al-Quran, karena mereka mengikuti orang yang dicintai.
Itulah beberapa poin cara agar anak mencintai al-Quran. Semoga kegiatan mempelajarai al-Quran menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga kita akan mendapat hasil sesuai yang kita harapkan.
Mengajarkan al-Quran kepada anak jauh lebih mudah dibanding membuat anak mencintai al-Quran. Padahal dengan mencintai al-Quran, seorang anak pastinya akan udah mempelajari al-Quran karena motivasi melakukan jauh lebih besar.
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).Pertama
tanamkan rasa cinta al-Quran terhadap anak dengan metode keteladanan. Menjadilah seorang yang bisa diteladani, misalnya memilih tempat paling mulia dan paling tinggi untuk meletakkan mushaf al-Quran, tidak menaruh barang apapun di atasnya dan tidak meletakkannya di tempat yang tidak layak, bahkan membawanya dengan penuh kehormatan dan rasa cinta, sehingga hal tersebut akan merasuk ke dalam alam bawah sadar anak bahwa mushaf al-Quran adalah sesuatu yang agung, suci, mulia, dan harus dihormati, dicintai, dan disucikan.
Kedua
sering memperdengarkan al-Quran di rumah dengan suara merdu dan syahdu, tidak memperdengarkan dengan suara keras agar tidak mengganggu pendengarannya. Memperlihatkan pada anak kecintaan kita pada al-Quran, misalnya dengan cara rutin membacanya.
Ketiga
bercerita kepada anak dengan kisah-kisah yang diambil dari al-Quran. Kisah itu diambil dari al-Quran secara langsung, seperti kisah tentang tentara gajah yang menghancurkan Ka’bah, kisah perjalanan nabi Musa dan nabi Khidir, kisah Qarun, kisah nabi Sulaiman bersama ratu Bilqis dan burung Hud-hud, kisah tentang Ashabul Kahfi, dan lain-lain.
Keempat
atau yang terakhir yang tidak kalah penting agar anak mencintai al-Quran adalah dengan membuat anak-anak kita mencintai kita, karena ketika kita mencintai al-Quran, maka anak-anak pun akan mencintai al-Quran, karena mereka mengikuti orang yang dicintai.
Itulah beberapa poin cara agar anak mencintai al-Quran. Semoga kegiatan mempelajarai al-Quran menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak, sehingga kita akan mendapat hasil sesuai yang kita harapkan.
Download Ebook Islami (PDF)
http://www.4shared.com/office/6F-JIt_Oba/Abdurrahman_bin_Hasan_-_Ringka.html
hisnul muslim
https://www.4shared.com/office/51FYV6cCba/id_hisn_almuslim.html
Keutamaan Menghafal Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/TkVl_njqce/id_Keutamaan_menghapal_al_Qura.html
Keutamaan Membaca Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/wN-s6b7oba/id_Keutamaan_Membaca_al_Quran.html
Keutamaan Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/lK0edJhHba/id_virtues_of_holy_quran.html
Adab Belajar Dan Mengajarkan Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/aiiJHhVOba/id_04_etiquettes_shareeah.html
Berintreaksi Dengan Al Qur'an Di Bulan Ramadhan
https://www.4shared.com/office/ENAWfyIXce/id_Interaksi_Dengan_Al_Quran_d.html
45 Ebook Islami (145 Mb)
https://www.4shared.com/rar/-cJp8NzVce/45_Ebook_Islami.html
hisnul muslim
https://www.4shared.com/office/51FYV6cCba/id_hisn_almuslim.html
Keutamaan Menghafal Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/TkVl_njqce/id_Keutamaan_menghapal_al_Qura.html
Keutamaan Membaca Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/wN-s6b7oba/id_Keutamaan_Membaca_al_Quran.html
Keutamaan Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/lK0edJhHba/id_virtues_of_holy_quran.html
Adab Belajar Dan Mengajarkan Al Qur'an
https://www.4shared.com/office/aiiJHhVOba/id_04_etiquettes_shareeah.html
Berintreaksi Dengan Al Qur'an Di Bulan Ramadhan
https://www.4shared.com/office/ENAWfyIXce/id_Interaksi_Dengan_Al_Quran_d.html
45 Ebook Islami (145 Mb)
https://www.4shared.com/rar/-cJp8NzVce/45_Ebook_Islami.html
Urgensi menghafal Al Qur’an
Selain keutamaan-keutamaan menghafal Al-Qur'an, ada beberapa hal juga yang menjadi pendorong untuk kita semua agar menghafalkan Al Qur’an:
Dan banyak lagi keutamaan dari membaca Al Qur’an. Maka seorang Muslim yang hafal Al Qur’an dapat dengan mudahnya membaca kapan saja dimana saja, langsung dari hafalannya tanpa harus membacanya dari mushaf. Dan ini merupakan ibadah yang agung. Ibnu Mas’ud berkata:
1. Meneladani Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam
Panutan kita, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menghafalkan Al Qur’an, dan setiap bulan Ramadhan Jibril datang kepada beliau untuk mengecek hafalan beliau. Hal ini diceritakan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم أجود الناس ، وكان أجود
ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل ، وكان يلقاه في كل ليلة من رمضان
فيُدارسه القرآن ، فالرسول الله صلى الله عليه وسلم أجودُ بالخير من الريح
المرسَلة
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang
paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat
beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan
Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
melebihi angin yang berhembus” (HR. Bukhari, no.6)2. Membaca Al Qur’an adalah ibadah yang agung
Membaca Al Qur’an adalah ibadah, setiap satu huruf diganjar satu pahala.
مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ
حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ
وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“barangsiapa yang membaca 1 huruf dari Al Qur’an, maka baginya 1
kebaikan. dan 1 kebaikan dilipat-gandakan 10x lipat. aku tidak
mengatakan alif lam miim itu satu huruf, tapi alim satu huruf, lam satu
huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi 2910, ia berkata: “hasan shahih gharib dari jalan ini”)Dan banyak lagi keutamaan dari membaca Al Qur’an. Maka seorang Muslim yang hafal Al Qur’an dapat dengan mudahnya membaca kapan saja dimana saja, langsung dari hafalannya tanpa harus membacanya dari mushaf. Dan ini merupakan ibadah yang agung. Ibnu Mas’ud berkata:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَعْلَمَ أَنَّهُ يُحِبُّ اللهَ
وَرَسُولَهُ فَلْيَنْظُرْ، فَإِنْ كَانَ يُحِبُّ الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ
يُحِبُّ اللهَ وَرَسُولَهُ
“Barangsiapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan
Rasul-Nya, maka perhatikanlah, jika ia mencintai Al Quran maka ia
mencintai Allah dan Rasul-Nya” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, Al Haitsami dalam Majma Az Zawaid berkata: “semua rijalnya shahih”).3. Modal utama dalam mempelajari agama
Al Qur’an adalah sumber hukum dalam Islam. Dengan menghafalkan Al Qur’an, seseorang lebih mudah dalam mempelajari ilmu agama. Ia mempelajari suatu permasalahan ia dapat mengeluarkan ayat-ayat yang menjadi dalil terhadap masalah tersebut langsung dari hafalannya. Yang kemudian ia perjelas lagi dengan penjelasan para ulama mengenai ayat tersebut. Ibnu ‘Abdl Barr mengatakan:
طلب العلم درجات ورتب لا ينبغي تعديها، ومن تعداها جملة فقد تعدى سبيل السلف رحمهم الله، فأول العلم حفظ كتاب الله عز وجل وتفهمه
“Menuntut ilmu itu ada tahapan dan tingkatan yang harus dilalui, barangsiapa yang melaluinya maka ia telah menempuh jalan salaf rahimahumullah. Dan ilmu yang paling pertama adalah menghafal kitabullah ‘azza wa jalla dan memahaminya” (dinukil dari Limaadza Nahfadzul Qur’an, Syaikh Shalih Al Munajjid).4. Modal utama dalam berdakwah
Kata para ulama, hidayah ada 2 macam: hidayah taufiq yang ada di tangan Allah dan hidayah al irsyad wal bayan yaitu dakwah yang menjadi tugas para Nabi dan Rasul dan juga kita. Dan Al Qur’an adalah sumber dari hidayah ini, Allah Ta’ala berfirman:
(إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ) (الإسراء: من الآية9)
“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan hidayah kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al Isra: 9)5. Menjaga keotentikan Al Qur’an
Salah satu keistimewaan Al Qur’an adalah keotentikannya terjaga, tidak sebagaimana kitab-kitab samawi yang lain. Dan salah satu sebab terjaganya hal tersebut adalah banyak kaum Muslimin yang menghafalkan Al Qur’an di dalam dada-dada mereka. Sehingga tidak mudah bagi para penyeru kesesatan dan musuh-musuh Islam untuk menyelipkan pemikiran mereka lewat Al Qur’an atau mengubahnya untuk menyesatkan umat Islam.6. Tadabbur dan Tafakkur
Dengan menghafal Al Qur’an, seseorang bisa lebih mudah dan lebih sering ber-tadabbur dan ber-tafakkur. Yaitu merenungkan isi Al Qur’an untuk mengoreksi keadaan dirinya apakah sudah sesuai dengannya ataukan belum dan juga memikirkan tanda-tanda kebesaran Allah. Allah Ta’ala berfirman
(أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا) (محمد:24)
“Maka apakah mereka tidak men-tadabburi Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24).7. Mengobati
Al Qur’an adalah obat bagi penyakit hati dan penyakit jasmani. Allah Ta’ala berfirman
(وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ) (الإسراء: من الآية82)
“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar” (QS. Al Isra: 82).
Fadhilah dan keutamaan Menghafal Al-Quran
1. Penghafal Qur’an adalah Shahibul Qur’an
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyatakan, “ketahuilah, makna dari shahibul Qur’an adalah orang yang menghafalkannya di hati. berdasarkan sabda nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah”maksudnya yang paling hafal. Maka derajat surga yang didapatkan seseorang itu tergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukan pada banyak bacaannya, sebagaimana disangka oleh sebagian orang. Maka di sini kita ketahui keutamaan yang besar bagi pada penghafal Al Qur’an. Namun dengan syarat ia menghafalkan Al Qur’an untuk mengharap wajah Allah tabaaraka wa ta’ala, bukan untuk tujuan dunia atau harta” (Silsilah Ash Shahihah, 5/281).
2. Al Qur’an akan menjadi syafa’at bagi shahibul Qur’an
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه
“bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim 804)3. Derajat di surga tergantung pada hafalan Qur’an
Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang didapatkan di surga kelak. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها
“akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan
naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil
di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau
baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).4. Termasuk sebaik-baik manusia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه
“sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).5. Allah mengangkat derajat shahibul Qur’an di dunia
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إن الله يرفع بهذا الكتاب أقواماً ويضع به آخرين
“sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR. Muslim 817)6. Penghafal Al Qur’an lebih diutamakan untuk menjadi imam
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
يؤم القوم أقرؤهم لكتاب الله
“hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah” (HR. Abu Daud 582, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)
Langganan:
Komentar (Atom)
